Resume Materi Day 2

 

Materi I

Ainun Najib-Ahli IT Indonesia
Tema:
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
AI = Revolusi Industri Baru

1. AI diibaratkan seperti penemuan listrik: dampaknya sangat luas dan mengubah kehidupan manusia.
° AI yang kita kenal sekarang  berbasis machine learning → hanya bisa belajar dari data, meniru, merangkum, dan mengolah, tapi tidak bisa mencipta sesuatu yang benar-benar baru.

2. Hal yang Tidak Bisa Digantikan AI
a. Kreativitas → mencipta ide baru, berpikir strategis, inovasi.
b. Rasa kemanusiaan (empati) → memahami perasaan, melayani manusia secara utuh.

3. Kuadran Pekerjaan (Kreativitas vs Empati)
a. Kiri bawah: Tanpa kreativitas & empati → 100% otomatisasi (contoh: logistik, warehouse, self-driving truck).
b. Kanan bawah: Perlu kreativitas, tanpa empati → sebagian digantikan AI (contoh: desain grafis, arsitektur, poster digital).
c. Kiri atas: Perlu empati, tanpa kreativitas tinggi → AI hanya sebagai pendukung (contoh: kesehatan, pendidikan).
d. Kanan atas: Perlu kreativitas & empati → paling aman, tidak tergantikan AI (contoh: seni, kepemimpinan, pelayanan manusia).

4. Pesan Utama bagi Mahasiswa UNUSA
Jangan terjebak di pekerjaan kiri bawah, karena akan hilang oleh otomatisasi.Fokus mengembangkan kreativitas & empati  agar tetap relevan di era AI.
a. Pergeseran keterampilan:Dari hafalan &    ° rutinitas → ke berpikir kreatif, strategis, eksperimental.
° Kolaborasi dengan AI, bukan bersaing dengan AI.

5. Perspektif Islam & NU
Kreativitas adalah ilmu ladunni (ilmu yang datang langsung dari Allah) tidak bisa ditiru AI. NU menekankan maslahah (kemanfaatan umum) AI harus diarahkan untuk kebaikan, bukan untuk kerusakan.
° Contoh negatif: penggunaan AI (Lavender AI) untuk menarget dan membunuh di Palestina → bukti AI bisa jadi alat kezaliman bila tidak dikawal etika.

6. Etika & Prinsip Penggunaan AI : 
a. Gunakan dengan adab & etika (jangan menyalin mentah-mentah).
b. Lindungi data pribadi (jangan sembarang input informasi sensitif).
c.  Verifikasi hasil AI (karena bisa salah/halusinasi).
d. Akuntabilitas tetap pada manusia, bukan AI.
e. Akses AI harus inklusif & adil, tidak dimonopoli segelintir pihak.

7. Kesimpulan
a. Mahasiswa UNUSA 2025 harus siap menghadapi era AI dengan:
b. Menjadi kreatif, strategis, dan empatik.
c. Memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti.
d. Mengawal etika, kemaslahatan, dan keadilan dalam penerapan teknologi.
e. Menjadi pengawal moral & agen perubahan positif, bukan sekadar pengguna pasif AI.

Materi II 
Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024
Tema:
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

1. Korupsi bukan soal miskin atau kaya.
Banyak yang sudah kaya pun tetap korupsi karena orientasi hidupnya salah, lebih mengejar dunia daripada nilai keadilan.

2. Dampak korupsi sangat luas:
° Infrastruktur rapuh (contoh jembatan cepat rusak).
° Layanan publik buruk (pendidikan, kesehatan, transportasi).
° Pasar rusak karena harga/kualitas dikorbankan.
° Melahirkan pelanggaran HAM dan kejahatan turunan (pencucian uang).
° Negara yang seharusnya melayani rakyat malah menindas rakyatnya.

3. Jenis-jenis korupsi yang sering terjadi:
° Suap → memberi uang agar kesalahan dianggap benar.
° Gratifikasi → pemberian hadiah sebelum ada kepentingan.
° Pemerasan → pejabat meminta uang meski prosedur sudah benar.
° Penyalahgunaan jabatan/anggaran → misalnya proyek diarahkan ke keluarga.

4. Korupsi terjadi di semua lini – dari pusat sampai daerah, dari sektor pendidikan, kesehatan, hukum, pajak, hingga pertahanan.

5. Akar masalah:
Karakter bangsa yang kurang disiplin, tidak tertib, terbiasa mencari jalan pintas. Orientasi hidup mengejar kepentingan pribadi, bukan pelayanan atau pengabdian.

6. Solusi:
° Tidak cukup dengan penindakan hukum, tapi harus lewat pendidikan integritas sejak dini.
°Generasi muda (terutama mahasiswa) harus menanamkan nilai-nilai anti korupsi:
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggung jawab
f. Adil
g. Berani
h. Sederhana
i. Kerja keras

7. Pesan untuk mahasiswa baru:
Syukuri kesempatan kuliah. Belajar bukan sekadar mengejar IPK, tapi membangun integritas. Jadilah generasi jujur dan berkarakter, karena Indonesia sudah cukup banyak orang pintar, tapi masih kekurangan orang jujur. Kalau orientasi hidupmu melayani orang lain (pasien, masyarakat, bangsa), maka Allah akan meninggikan derajatmu.

8. Kesimpulan: 
Korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Dampaknya menghancurkan pembangunan, merusak pelayanan publik, dan menindas masyarakat. Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting untuk menjadi agen perubahan. Kunci utama adalah kejujuran. Dengan jujur, peduli, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, generasi muda dapat membangun Indonesia yang lebih adil, bersih, dan bermartabat.

Materi III 
KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur
Tema:
Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah

1. Makna Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)
°  Ahlun berarti pengikut.
°  Al-Jamaah berarti umat Islam. 
°  Sunnah menurut NU bukan hanya perbuatan Nabi (hadis), bukan sekadar hukum sunnah, tetapi metode beragama yang dijalani Nabi, sahabat, dan imam mazhab.
°  Inilah yang membedakan pemahaman NU dengan sebagian kelompok lain.

2. Aswaja sebagai Jalan Moderat
° NU menekankan sikap moderat, toleran, seimbang.
° Islam yang keras dan ekstrem sulit bertahan, sementara Islam yang moderat dan penuh kasih dapat terus hidup dan berkembang.

3.  Tanda-tanda Amaliah NU (berdalil)
° Qunut Subuh (berdasarkan riwayat sahabat Anas & Imam Ahmad).
° Yasinan malam Jumat (mendoakan guru, orang tua, ulama yang wafat).
° Ziarah kubur (dengan membaca doa, Al-Qur’an, sebagai tawasul).
° Sholawatan (dengan tambahan Sayyidina, sesuai riwayat sahabat dan ulama besar).
° Tahlil dan sedekah makanan/berkat (berdalil dari Nabi yang bersedekah atas nama yang telah wafat).

4. NU dan Kebangsaan
° NU tidak hanya mengawal akidah Aswaja, tapi juga menjaga kebangsaan.
° Dalil cinta tanah air: doa Nabi agar Madinah dicintai sebagaimana Makkah.
° KH Hasyim Asy’ari menegaskan: hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).
° Bukti sejarah: Resolusi Jihad 1945, santri dan ulama NU berperan dalam perlawanan mempertahankan kemerdekaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjir Peminat, Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru

Resume Materi PKKMB Prodi

Resume materi day one (Day one article)